Halaman

Selasa, 22 September 2020

#112 Resesi dan Momentum Indonesia Maju


Indonesia hampir dipastikan mengalami resesi pada triwulan III 2020 ini. Kementerian Keuangan memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan 3 bisa minus hingga 2 persen. Meski pertaruhan masih ada satu bulan hinggga akhir September, namun konsumsi dalam negeri sebagai penopang terbesar perekonomian Indonesia belum terdongkrak secara maksimal. Deflasi yang terjadi pada Juli dan Agustus menggambarkan permintaan/konsumsi dalam negeri masih tertekan. Dalam pidato kenegaraan tanggal 14 Agustus 2020, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa krisis akibat pandemi tahun ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk setara dengan negara-negara maju.

Lompatan besar. Itulah yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk segera keluar dari resesi ekonomi dan mengejar negara maju lainnya. Selayaknya sebuah lompatan besar, Indonesia tentu membutuhkan tumpuan yang kuat berupa sumber daya manusia yang berkualitas dan penggunaan teknologi yang mumpuni guna meningkatkan produktivitas, sesuatu yang saat ini masih tertinggal dibanding dengan negara lain.

Senin, 07 September 2020

#111 Antisipasi Resesi


 (Dimuat di Republika, 7 September 2020)

Kementerian keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekponomi triwulan III 2020 minus 2 persen, dan target pertumbuhan ekonomi tahun 2020 direvisi antara -1,1 hingga 0,2 persen. Minusnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan III akan mengakibatkan Indonesia secara teknis mengalami resesi ekonomi. Bukan pesimis, namun realistis, agar pemerintah lebih siap dalam mengantisipasi terjadinya resesi. Apalagi rilis resmi bahwa Indonesia mengalami resesi atau tidak masih akan dilakukan oleh BPS pada awal November nanti. Resesi atau tidak, kesejahteraan penduduk harus menjadi perhatian utama.

Benar, bahwa pertaruhan masih ada 1 bulan lagi di September untuk mendorong perekonomian. Pemerintah juga berharap ekonomi tumbuh dari konsumsi dalam negeri dengan membuka kegiatan ekonomi dengan new normal atau adaptasi baru. Namun kenyataannya, mobilitas penduduk hanya meningkat di awal Juni, selanjtnya memasuki bulan Juli dan Agustus, mobilitas penduduk kembali melambat. Hal ini seiring dengan melonjaknya kasus positif dan kematian pasien covid-19 di Indonesia.

#126 Membenahi Data Jagung

  (Dimuat di Koran Republika, 30 September 2021) Melonjaknya harga jagung sebagai komponen utama pakan membuat peternak unggas menjerit. Hal...