Kamis, 08 Oktober 2020

#114 Pandemi, Momentum Kedaulatan Pangan

Indonesia hampir pasti mengalami resesi ekonomi tahun ini. Pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan di hampir semua sektor ekonomi. Salah satu sektor yang mampu tumbuh positif tahun ini adalah sektor pertanian. Pandemi Covid-19 ini juga telah menghentak kesadaran pemerintah untuk serius dalam menciptakan ketahanan pangan nasional. Ancaman krisis pangan yang dikeluarkan oleh FAO pada Maret lalu, membuat negara-negara produsen beras membatasi ekspornya demi menjaga ketersediaan pangan dalam negeri. Bagi Indonesia yang berpenduduk 268 juta jiwa, hal ini tentu menjadi sebuah tantangan untuk meningkatkan produksi beras nasional. Menindaklanjuti perihal tersebut pemerintah berencana membangun lumbung pangan nasional (food estate) di Kalimantan Tengah.

Sabtu, 15 Agustus 2020

#110 Memacu Investasi Pascapandemi



(Dimuat di Koran Republika, Tanggal 12 Agustus 2020)

Uji coba klinis vaksin Covid-19 yang sudah pada tahap 3 memberikan angin segar bahwa pandemi ini akan segera berakhir setelah ditemukan vaksin. Itu artinya bahwa kita harus mulai merancang bagaimana perekonomian pasca pandemi ini berakhir. Ketika segala sumber daya saat ini dikerahkan untuk mengendalikan virus dan meningkatkan daya beli penduduk, maka pasca pandemi yang harus dipikirkan adalah bagaimana memacu investasi untuk mempercepat pemulihan perekonomian Indonesia.

Kamis, 06 Agustus 2020

#109 Memacu Konsumsi Menghindari Resesi


Pandemi Covid-19 mengakibatkan resesi ekonomi di sejumlah negara di dunia, yang terbaru adalah Singapura dan Korea Selatan. Jatuhnya dua negara di Asia tersebut semakin membayangi Indonesia untuk terseret pada jurang resesi. Proyeksi dari Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 2 dipastikan negatif  dengan perkiraan sebesar -4,3 persen. Indonesia masih punya kesempatan di triwulan 3 dengan mengoptimalkan sumber daya salah satunya dengan memacu konsumsi untuk menghindari resesi ekonomi.

Jumat, 24 Juli 2020

Tips Mengerjakan TPA Bappenas a la Emak Anak Lima





Setelah postingan sebelumnya tentang drama emak-emak mengejar beasiswa di usia yang tak lagi muda viral  (ceileee sok ngartiss banget yakkkk). Kemudian banyak yang menanyakan cerita lanjutannya. Bagaimana emak belajar untuk Tes Potensi Akademik (TPA) Bappenas? Dengan anak lima, kemampuan otak yang udah menurun, belum lagi kerjaan rutin yang padat. Bagi akademisi, mungkin apa yang aku lakukan ini receh banget, tapi bagi emak-emak yang sehari2 bergelut dengan pekerjaan yang “receh” maka mengerjakan TPA itu sesuatu yang bener-bener harus dipersiapkan.


Senin, 20 Juli 2020

#108 Perlindungan Sosial


(Dimuat di Koran Republika, 17 Juli 2020)

Berdasarkan rilis BPS terbaru, pandemi Covid-19 yang menimpa Indonesia mengakibatkan kenaikan jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 hingga 1,63 juta orang. Tingkat kemiskinan di Indonesia meningkat dari 9,22 persen menjadi 9,78 persen dalam waktu enam bulan. Tidak hanya jumlah penduduk miskin yang meningkat, namun kemiskinan di Indonesia juga semakin parah dan dalam. Kenyataan ini menyentak perhatian pemerintah, mengingat pandemi covid-19 saat itu baru berlangsung satu bulan di Bulan Maret. Perlu upaya perlindungan sosial berkelanjutan untuk menjaga kesejahteraan penduduk dalam menghadapi segala kemungkinan di masa yang akan datang.

Minggu, 19 Juli 2020

Bukutronik Kumpulan Opini Terpilih

Sebagian tulisan - tulisan yang terbit di berbagai media saya kumpulkan dalam sebuah bukutronik. Bagi yang beminat silakan mengunduh di sini. Terima Kasih.

Selasa, 14 Juli 2020

Mengejar Beasiswa di Usia yang Tak Lagi Muda



sumber foto: ayokuliah.id
Bisa kuliah lagi dengan beasiswa bisa jadi hal biasa bagi sebagian orang. Bahkan beberapa teman sejawatku sudah ada yang melanjutkan ke jenjang strata 3 atau doktoral.  Tapiiiiiiii bagiku, bisa kuliah itu merupakan hal yang istimewah karena sudah aku nantikan sejak 15 tahun yang lalu. Banyangkan gaesss, 15 tahun menantiii. Trus akan ada yang komentar, apa sih susahnya kuliah lagi? Tinggal daftar saja, toh tiap tahun BPS (tempat saya bekerja) menyediakan puluhan beasiswa ke kampus TOP di negeri ini.

Kamis, 11 Juni 2020

#107 Tapera dan Krisis Rumah

(Dimuat di Koran Republika, 11 Juni 2020)

Dalam rangka menyediakan perumahan bagi masyarakat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2020 tentang  Penyelenggarakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Tapera ini diwajibkan untuk PNS/TNI/Polri, karyawan BUMN/BUMD/BUMDes dan pekerja swasta dengan penghasilan di atas UMR.
Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat karena kepesertaannya bersifat wajib. Bagi pekerja akan dipotong upahnya 2,5 persen dan bagi pemberi kerja berkewajiban menanggung 0,5 persen upah pekerja dalam pembayaran Tapera. Potongan wajib inilah yang memberatkan pekerja dan pemberi kerja. Bagi pekerja yang telah memiliki rumah atau pekerja dengan penghasilan di atas 8 juta rupiah dan bagi bagi pemberi kerja, Tapera ini sifatnya paksaan. Hal ini karena Tapera sifatnya gotong royong dengan pembiayaan rumah hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sabtu, 09 Mei 2020

#106 Mengawal Daya Beli

(Dimuat di Koran Republika, 9 Mei 2020) 

Pandemi covid-19 telah mengguncang perekonomian Indonesia. Upaya untuk mengendalikan penyebaran virus melalui pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menyebabkan banyak kegiatan ekonomi terhenti. Akibatnya 2,9 juta orang karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan sebagaimana yang dilaporkan ke Kementerian Tenaga Kerja (1/5). Belum lagi dengan pelaku usaha informal yang mengandalkan penghasilan harian juga juga mengalami penurunan permintaan barang/jasa. Hal tersebut mengakibatkan penurunan pendapatan dan daya beli penduduk.
Daya beli menjadi hal penting karena menyangkut kesejahteraan penduduk sekaligus keberlangsungan ekonomi. Ketiadaan pendapatan mengakibatkan kemampuan untuk membeli barang dan jasa menjadi berkurang sehingga kebutuhan hidup tidak akan tercukupi. Kenyataan ini berpotensi untuk menambah jumlah penduduk yang jatuh di bawah garis kemiskinan yang saat ini mencapai 24,70 juta orang.

Selasa, 07 April 2020

#105 Siagakan Desa

(Dimuat di Koran Republika, 7 April 2020)


Penyebaran covid-19 masih terus mengalami peningkatan dari jumlah maupun sebaran wilayahnya. Hingga Sabtu (4/4) telah ada 2.092 orang yang positif terjangkit covid-19 yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia. Untuk mencegah penyebaran covid-19 lebih luas, pemerintah mengeluarkan himbauan untuk tidak melakukan mudik ke kampung halaman/desa.
Namun faktanya, sebelum himbauan itu dikeluarkan pun belasan ribu perantau di Jabodetabek sudah melakukan mudik ke kampung halaman di Jawa Tengah, Jawa Barat, maupun daerah lainnya. Oleh karena itu diperlukan kesiapan daerah terutama perdesaan untuk mengantisipasi penyebaran virus yang berasal dari perantau yang pulang kampung.

Jumat, 06 Maret 2020

#104 Korona dan Panic Buying

(Dimuat di Republika, 6 Maret 2020)
Pasca diumumkannya 2 kasus positif Corona di Indonesia sontak membuat penduduk Indonesia panik. Temuan kasus ini menambah jumlah orang yang terinfeksi corona yang saat ini (4/3) mencapai lebih dari 93.570 orang di dunia dengan korban meninggal sebanyak 3.204 orang. Kepanikan ini mengakibatkan banyak orang berbondong-bondong membeli masker, hand sanitizer hingga bahan makanan. Gelombang kepanikan tersebut mengakibatkan lonjakan harga dan kelangkaan masker di sejumlah kota di Indonesia.
Panic buying terhadap bahan makanan ini terjadi di beberapa swalayan di ibukota. Tindakan ini berpotensi menyebabkan kelangkaan bahan makanan karena penduduk melakukan belanja dalam jumlah besar untuk persiapan beberapa waktu ke depan. Yang dikhawatirkan aksi memborong bahan makanan ini akan meningkatkan harga jual/inflasi, padahal pemerintah sudah menjamin bahwa stok bahan makanan aman.

Jumat, 14 Februari 2020

#103 Korona dan Tantangan Pariwisata

(Dimuat di Koran Republika, 14 Februari 2020)
Virus korona yang saat ini mewabah di negara China selain memakan korban hingga ribuan jiwa,  juga berdampak pada industry pariwisata Indonesia. Imbas dari virus korona tersebut, banyak perjalanan wisata dari  China yang dibatalkan hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Pembatalan ini mengakibatkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan China, yang selama ini menyumbang 13 persen dari seluruh wisatawan asing yang berkunjung di Indonesia. Rata-rata kunjungan wisatawan China ke Indonesia mencapai 172,67 ribu orang per bulan.
Populasi penduduk China yang besar memiliki potensi untuk menjadi target pemasaran pariwisata RI. Dengan penundaan dan pembatalan kunjungan wisman China akan berdampak pada target pertumbuhan pariwisata Indonesia. Padahal saat ini pariwisata diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru ditengah perlambatan industri manufaktur yang selama ini menopang perekonomian Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir meski kunjungan wisman ke Indonesia selalu meningkat setiap tahun, namun telah terjadi perlambatan.

Selasa, 28 Januari 2020

#102 Mengantisipasi Dampak Kenaikan Harga Gas Melon


(Dimuat Di Kolom Detiknews tanggal 28 Januari 2020)
Pemerintah akan menghentikan subsidi harga elpiji tiga kilogram (gas melon) mulai pertengahan tahun 2020. Harga gas melon nantinya akan disesuaikan dengan harga pasar sekitar RP. 35.250 atau naik 75 persen dari harga saat ini. Bagi masyarakat miskin, pemerintah berjanji akan memberikan subsidi dengan cara langsung ke sasaran. Meski demikian, dampak yang akan timbul dari kenaikan harga gas melon ini harus bisa diantisipasi, terutama bagi penduduk hampir miskin, rentan miskin, dan kelas menengah harapan agar daya beli dan kesejahteraan penduduk secara umum tetap terjaga.

Sabtu, 11 Januari 2020

#101 Mempertahankan Daya Beli

Memasuki tahun 2020, penduduk Indonesia disambut dengan kenaikan beberapa tarif mulai dari tarif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPnJS) kesehata, tarif jalan tol, hingga kenaikan cukai rokok. Pada tahun ini juga masih dibayangi oleh perlambatan ekonomi yang diakibatkan oleh ketidakpastian perekonomian global. Kondisi tersebut akan berdampak pada daya beli penduduk Indonesia. Diperlukan upaya untuk menjaga daya beli guna mempertahankan kesejahteraan penduduk di tengah dinamika ekonomi yang terjadi saat ini.

#114 UMP di Tengah Resesi

 (dimuat di Koran Republika)