Kamis, 31 Desember 2015

Membenahi Data Beras Menuju Ketahanan Pangan Nasional


Dimuat di harian Banten Pos,  Desember 2015


Camkan, sekali lagi camkan, kalau kita tidak “aanpakken” soal makanan rakyat ini secara besar-besaran secara radikal dan revolusional, kita akan mengalami malapetaka.
Buat apa kita Bicara tentang “politik bebas” kalau kita tidak bebas dalam urusan beras, yaitu selalu harus minta tolong beli beras dari bangsa-bangsa tetangga!
 (Ir. SOEKARNO)
Kutipan pidato presiden pertama RI yang disampaikan pada peletakan batu pertama Fakultas Pertanian Universitas Indonesia yang kelak menjadi Institut Pertanian Bogor ini telah menggambarkaan betapa pentingnya kedaulatan pangan bagi suatu bangsa. Isu pangan merupakan tema yang selalu menarik untuk didiskusikan maupun diperdebatkan. Bahkan data pangan bisa menjadi alat politik untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan maupun dalam evaluasi kebijakan. Selain itu, pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia untuk hidup. Jika dalam beberapa dekade terakhir ketersediaan energi merupakan salah satu faktor pemicu konflik di dunia, maka tidak mengherankan jika pada masa yang akan datang masalah pangan bisa turut andil dalam memicu pertikaian antar bangsa

#107 Tapera dan Krisis Rumah

(Dimuat di Koran Republika, 11 Juni 2020) Dalam rangka menyediakan perumahan bagi masyarakat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerint...