Senin, 28 September 2015

Ketika Angka Kemiskinan di Pedesaan Meningkat



Dimuat di harian Radar Banten, 26 september 2015

Kemiskinan merupakan permasalahan yang cukup serius menyangkut kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasar. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan makanan dan non makanan seperti sandang, perumahan, kesehatan dasar, pendidikan dasar, dan lain-lain. Kemiskinan tidak hanya merupakan masalah ekonomi, namun juga erat kaitannya dengan permasalahan sosial. Sehingga tidak mengherankan jika PBB menginisiasi MDGS (Milenium Development Goal’s) sebagai sinyal dan kesadaran bersama (common sense) bahwa kemiskinan harus dientaskan. Kemiskinan juga seolah menjadi atribut yang selalu melekat bagi negara dunia ketiga seperti Negara Indonesia. Di Indonesia, angka kemiskinan selalu menjadi angka yang dinantikan dan menjadi bahan yang menarik untuk didiskusikan maupun diperdebatkan, karena menyangkut tentang capaian kinerja dan keberhasilan pemerintah dalam pembangunan. Meskipun sebagian besar negara berkembang telah berhasil melaksanakan pembangunan ekonomi melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional, dan perkembangan teknologi, namun di balik kesuksesan dalam konteks fisik material tersebut muncul  masalah kemanusiaan berupa kemiskinan yang sangat memprihatinkan. Pada saat yang bersamaan terjadi pula peningkatan dalam ketimpangan distribusi pendapatan antara kelompok kaya dan miskin. Kemiskinan semakin menjadi masalah yang serius karena adanya kecenderungan negara berkembang mengutamakan program pembangunan ekonomi yang berskala makro, tanpa memerhatikan kondisi riil secara menyeluruh di daerah pedesaan secara mikro.

#107 Tapera dan Krisis Rumah

(Dimuat di Koran Republika, 11 Juni 2020) Dalam rangka menyediakan perumahan bagi masyarakat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerint...