Halaman

Kamis, 30 Juni 2022

ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300), Penunjang Produktivitas di Tengah Mobilitas yang Tinggi

Menjadi seorang ibu bekerja dengan lima orang putra putri bisa saja menjadi alasan bagi saya untuk menjadi biasa dan tidak lagi mengembangkan diri. Terlebih ketika tanggung jawab dalam keluarga dan pekerjaan rutin di kantor telah banyak menyita waktu. Konsekuensinya ketika memilihi untuk bertumbuh dan berkembang, justru akan semakin banyak pekerjaan dan tanggungjawab yang akan disematkan kepada kita. Menjadi ASN, ibu dari lima anak yang maish sekolah, menjadi penulis, menjadi ketua tim humas, menjadi ketua tim pojok statistik, dan juga sebagai pengurus komite sekolah tentu membutuhkan pengaturan waktu yang tertib dan teratur. Rincian tugas hari ini dan yang akan datang menjadi sebuah daftar yang harus selalu dilihat agar semua kegiatan dan tugas dapat dilaksanakan secara optimal. Demikian juga sebagai seorang penulis dan ketua tim humas, pencarian informasi dan berita terkini menjadi sebuah kebutuhan untuk menemukan ide maupun inspirasi.

Dengan berbagai peran dan tanggung jawab tersebut tidak mengherankan jika saya membutuhkan perangkat yang mampu menampilkan jadwal dan informasi terkini. Bukan sebuah kebetulan jika pada Rabu, 29 Juni 2022 Asus meluncurkan produk terbaru yaitu laptop vivobook 13 slade OLED (T3300). Laptop Vivobook 13 Slate OLED (T3300) sudah menggunakan sistem operasi terbaru yaitu Windows 11. Salah satu fitur andalan yang ada di Windows 11 adalah Widgets. Widgets membantu menemukan berita terbaru, daftar tugas hari ini, dan jadwal kalender demi hidup yang sedikit lebih teratur. Widgets ini juga memberikan pembaruan cuaca lokal secara langsung sehingga memberi gambaran untuk melakukan liputan ke lapangan. apalagi dengan berbekal  baterai berkapasitas 50Whrs memungkinkan untuk menemani kegiatan lapangan selama lebih dari 9 jam.

Kamis, 16 Juni 2022

#135 Inflasi dalam Pertumbuhan Ekonomi




 

(Dimuat di Koran Republika, tanggal 15 Juni 2022)

Di tengah optimisme pemulihan ekonomi pasca pandemi ini, Indonesia dan dunia dihadapkan pada ancaman inflasi yang tinggi. Indonesia telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2022 sebesar 5,01 persen. Dalam bidang ketenagakerjaan juga menunjukkan sinyal positif yaitu terdapat penyerapan tenaga kerja baru hingga 4,55 juta orang dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Namun, capaian tersebut sedikit terancam keberlanjutannya karena tekanan inflasi global yang tengah terjadi saat ini. Bahkan IMF harus menaikkan proyeksi inflasi global pada tahun 2022 dan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 4,4 persen menjadi 3,6 persen. Demikian juga dengan Bank Dunia yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 4,1 persen menjadi 2,9 persen.

Minggu, 24 April 2022

#134 Perempuan dan Ketimpangan dalam Ketenagakerjaan

 


(Dimuat di Detik.com, tanggal 21 April 2022)

Cita-cita Kartini agar perempuan memperoleh hak yang setara dengan laki-laki telah banyak mengalami kemajuan. Bahkan angka pasrtisipasi sekolah pada perempuan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki pada seluruh kelompok umur. Namun demikian, catatan apik dalam bidang pendidikan tersebut belum diikuti dalam bidang ketenagakerjaan. Masih terdapat ketimpangan pasar kerja dan diperparah dengan perbedaan upah antara laki-laki dan perempuan.

Minggu, 17 April 2022

#133 Mempertahankan Daya Beli

  







(Dimuat di Koran Republika, tanggal 12 April 2022)

Pada Ramadhan kali ini masyarakat dihadapkan pada kenaikan berbagai barang kebutuhan. Kenaikan harga pangan dan energi ditambah lagi dengan kenaikan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen secara tidak langsung menurunkan daya beli masyarakat. Terlebih ketika perekonomian belum sepenuhnya pulih dan penghasilan/pendapatan penduduk belum seluruhnya kembali seperti sebelum pandemi. Penurunan daya beli ini patut diwaspadai karena tidak hanya menurunkan kesejahteraan penduduk namun juga berdampak pada perekonomian secara umum.

Minggu, 27 Maret 2022

#132 Antisipasi inflasi

 



 (Dimuat di Koran Republika, tanggal  23 Maret 2022)

Keputusan pemerintah untuk melepas harga minyak goreng kemasan mengikuti harga pasar lonjakan harga pada minyak goreng kemasan. Saat ini, harga keekonomian minyak goreng kemasan di pasaran berkisar Rp 23-25 ribu per liternya, jauh dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter yang telah dicabut oleh pemerintah. Benar bahwa pemerintah memberikan subsidi pada minyak goreng curah agar harganya sesuai dengan HET Rp 14 ribu per liter. Namun karena pasokan yang belum merata mengakibatkan kelangkaan di beberapa daerah. Kenaikan harga minyak goreng dapat memicu kenaikan harga barang lainnya terutama pada makanan olahan yang menggunakan minyak goreng. Terlebih ketika menjelang bulan suci ramadahn ketika permintaan bahan pangan mengalami kenaikan.

Jumat, 18 Februari 2022

#131 Mendorong Produktivitas


 (Dimuat di Koran Republika, tanggal 18 Februari 2022)

Pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69 persen pada tahun 2021 membangkitkan optimisme dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Tren pertumbuhan ini harus terus dijaga terlebih di tengah ancaman gelombang ketiga pandemic Covid-19. Diperlukan percepatan pertumbuhan ekonomi agar mampu menyerap pengangguran yang mencapai 9,1 juta orang dan mengentaskan penduduk miskin yang mencapai 26,50 juta orang.

Harus diakui, pandemi yang terjadi sejak tahun 2020 ini telah meninggalkan luka cukup dalam terutama pada pengangguran dan kemiskinan. Meskipun pengangguran sudah mulai berkurang seiring dengan pemulihan ekonomi, namun kondisinya belum sama dengan kondisi sebelum pandemi. Ancaman gelombang ketiga pandemi Covid-19, tidak hanya menimbulkan kekhawatiran dalam bidang kesehatan namun juga kekhawatiran dalam masalah ketenagakerjaan. Angkatan kerja yang meningkat sebanyak 2,74 juta orang dalam setahun ini membutuhkan lapangan pekerjaan agar tidak semakin menambah pengangguran.

Jumat, 10 Desember 2021

#130 Darurat Pengangguran Usia Muda

 

(Dimuat di Koran Republika tanggal 10 Desember 2021)


Di tengah kemelut penetapan upah minimum tahun 2022, tersimpan krisis pengangguran usia muda yang kian meningkat selama pandemi. Tingkat pengangguran usia muda (umur 15-24 tahun) di Indonesia mengalami peningkatan dari 16,31 persen pada Februari 2020 menjadi 18,03 persen pada Februari 2021. Tingkat pengangguran terbuka pada kelompok umur muda empat kali lipat lebih tinggi daripada tingkat pengangguran umur dewasa.

Tidak hanya itu, pandemi juga meningkatkan kawula muda yang tidak melakukan kegiatan apapun (Not in employment, education, training/NEET). Pada tahun 2020 ada 24,28 persen penduduk usia muda yang tergolong NEET atau mengalami peningkatan jika dibandingkan sebelum pandemi. NEET paling tinggi pada tamatan SMK (31,72 persen) dan tamatan SD ke bawah (30,44 persen). Tingginya tingkat pengangguran pada usia muda ini menunjukkan adanya potensi tenaga kerja yang kurang termanfaatkan (under utilized).

ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300), Penunjang Produktivitas di Tengah Mobilitas yang Tinggi

Menjadi seorang ibu bekerja dengan lima orang putra putri bisa saja menjadi alasan bagi saya untuk menjadi biasa dan tidak lagi mengembangka...