Rabu, 12 Oktober 2016

Lejitkan Banten Lewat Data



Pada tahun 2017, Propinsi Banten akan melaksanakan pagelaran akbar berupa Pemilihan Kepala Daerah secara langsung untuk ketiga kalinya. Terdapat dua kandidat yang akan bertarung dalam Pilkada tersebut yaitu pihak petahana yang berprestasi dan pihak penantang yang juga sudah berpengalaman dalam dunia birokrasi. Masing-masing calon akan beradu dalam ide dan gagasan untuk Banten yang lebih baik di masa yang akan datang.
Untuk menciptakan ide dan gagasan tersebut diperlukan data yang akurat sehingga program yang direncanakan akan lebih tepat sasaran demi kemajuan Banten. Program yang ditawarkan tidak hanya popular dan menjual saja, namun juga mampu diaplikasikan secara realistis sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial di daerah. Selain untuk merumuskan perencanaan dan program, kebutuhan akan data juga sangat diperlukan dalam evaluasi kebijakan dan pembangunan. Sebagai lembaga yang diamanahi oleh Undang-Undang untuk menyelenggarakan kegiatan statistic dasar, Badan Pusat Statistik (BPS) telah berkomitmen untuk menyediakan data statistik terpercaya untuk semua.
Tidak terkecuali untuk Propinsi Banten, data tentang sosial ekonomi yang akurat berguna sebagai salah satu modal untuk memetakan potensi dan melejitkannya menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru bagi Propinsi Banten. Data yang disajikan BPS meliputi data bulanan, triwulanan, maupun tahunan yang meliputi seluruh sektor sosial ekonomi dari data pertanian hingga data inflasi, dari data pengangguran hingga data pertumbuhan ekonomi, dan dari data kemiskinan hingga data Indek Pembangunan Manusia. Data tersebut mencerminkan potret dilapangan secara langsung sekaligus menggambarkan potensi yang dimiliki oleh oleh Propinsi Banten.
Sebagai daerah yang dekat dengan ibukota negara, maka sangat memungkinkan Banten menjadi kekuatan penyangga bagi ibukota Jakarta. Didukung dengan fasilitas seperti pelabuhan Merak dan Cigading, Bandara internasional Soekarno-Hatta, jalan tol Jakarta-Merak hingga akses ke pelabuhan Tanjung Priok yang semakin mudah, menjadikan Banten sebagai tujuan investasi bagi pemilik modal baik dalam maupun luar negeri.
Propinsi Banten sebagai salah satu kekuatan ekonomi Indonesia, menyumbang perekonomian nasional sebesar 4,14 persen atau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dengan kontribusi sebesar 4,04 persen. Selain itu pertumbuhan ekonomi Banten pada tahun 2015 sebesar 5,37 persen dan berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,04 persen, menjadikan Banten memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Capaian kinerja ekonomi tersebut menjadi peluang bagi Banten untuk menarik lebih banyak investor guna menanamkan modalnya di Banten. Harapannya dengan iklim usaha yang semakin kondusif, akan semakin banyak investor yang menanamkan modalnya, sehingga akan meningkatkan perekonomian yang pada akhirnya akan mensejahterakan penduduk Banten.
Perekonomian Banten yang sebagian besar ditopang oleh sektor industri pengolahan, sangat membutuhkan investasi guna melakukan ekspansi dan meningkatkan produksi manufakturnya. Karena industri manufaktur di Banten berorientasi ekspor, maka sangat tergantung oleh perekonomian global terutama perekonomian negara-negara tujuan ekspor. Terlebih dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), harapannya produk manufaktur Banten akan mampu bersaing sehingga akan memperluas pemasaran yang pada akhirnya akan meningkatkan permintaan dan produksi. Jangan sampai jumlah penduduk yang besar ini hanya sebagai target pemasaran bagi produk-produk impor yang membanjiri Indonesia.
Jika sektor industri manufaktur di Banten lebih berorientasi pada pasar internasional, lalu bagaimana dengan peluang pasar dalam negeri sendiri? Dengan jumlah penduduk mencapai 12,2 juta jiwa pada tahun 2016, dan dengan jumlah kelas menengah yang semakin banyak, maka sangat memungkinkan Banten menjadi wilayah yang pertumbuhannya sangat cepat. Dengan dukungan Sumber Daya Manusia yang cukup tinggi, yang ditandai dengan Indeks Pembangunan Manusia mencapai 70,24 atau menempati peringkat ketiga di Pulau Jawa dan peringkat kedelapan di Indonesia, sangat memungkinkan bagi Propinsi Banten untuk bersaing dengan propinsi lain di Indonesia.
Selain potensi sumber daya manusia, sektor lain yang memiliki potensi besar dalam perekonomian Banten adalah sektor pariwisata. Banten merupakan salah satu propinsi yang memiliki daya tarik wisata pantai, wisata budaya, hingga wisata religi yang menjadikan Propinsi Banten sebagai tujuan wisata bagi turis domestik maupun mancanegara.
Terlebih lagi pemerintah telah menetapkan 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas pengembangan pada tahun 2016, dan salah satunya adalah Tanjung Lesung yang terletak di Propinsi Banten. Tanjung Lesung menjadi prioritas utama destinasi pariwisata merupakan peluang bagi Propinsi Banten  untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Potensi besar di bidang pariwisata yang dimiliki oleh Banten ini harus dibarengi dengan pembangunan fasilitas yang mendukung. Sehingga dengan kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan akan semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Banten. Pengembangan kawasan wisata Tanjung Lesung dan kawasan wisata lainnya secara otomatis akan meningkatkan perekonomian Banten sehingga kesejahteraan masyarakat khususnya disekitar kawasan wisata juga akan meningkat. Karena dengan berkembangnya sektor pariwisata, maka akan menggerakkan sektor ekonomi lain seperti penginapan/hotel, penyediaan makan minum/restoran, transportasi hingga usaha kecil yang dikelola oleh masyarakat.
Pada tahun 2015 pertumbuhan sektor jasa akomodasi dan makan minum mengalami pertumbuhan sebesar  7,98 persen. Hal ini juga terlihat dari jumlah tamu yang menginap di hotel pada tahun 2015 sebanyak 2,07 juta orang yang terdiri dari 1,84 juta wisatawan domestik dan 0,23 juta wisatawan mancanegara atau mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Potensi-potensi yang terserak tersebut harus mampu dimanfaatkan sebagai peluang guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Propinsi Banten. Sedangkan untuk mendukung proses pembangunan ekonomi, salah satu langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) adalah dengan melakukan Sensus Ekonomi 2016 pada bulan Mei silam guna memetakan struktur perekonomian menurut jenis usaha. Harapannya data yang dihasilkan akan mampu menjadi landasan yang akurat dalam perencanaan pembangunan dan evaluasi kebijakan pada masa yang akan datang.   
 Dimuat di harian Satelit News, 11 Oktober 2016 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#90 Urbanisasi Tanpa Operasi Yustisi

Arus mudik Lebaran telah berlalu dan kini menyisakan arus balik yang yang masih terus berjalan. Dalam arus balik ini akan ada pertambaha...