Sabtu, 06 Februari 2016

Sensus Ekonomi Dan Daya Saing Usaha


Tahun 2015 yang baru saja berlalu merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia. Kondisi perekonomian global yang tidak stabil menjadikan perekonomian Indonesia semakin tidak menentu. Sedangkan perbaikan perekonomian dunia tidak secepat yang diperkirakan sehingga menjadikan permintaan ekspor barang dari Indonesia mengalami perlambatan. Selain itu penurunan harga komoditas dunia semakin menekan permintaan barang ekspor dari Indonesia. Belum lagi kebijakan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan yang diwacanakan dari awal tahun hingga terealisasi pada Bulan Desember 2015 mengakibatkan tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Sebagai Negara berkembang (emerging market), Indonesia turut merasakan adanya pergeseran arus modal asing keluar dari Indonesia.
            Situasi ditataran global tersebut diperberat oleh berbagai permasalahan struktural pada perekonomian domestik, yang sesungguhnya bukan merupakan hal baru karena sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Permasalahan struktural tersebut antara lain ekspor yang masih didominasi produk berbasis sumber daya alam (SDA), ketahanan pangan dan energi yang masih rendah, pasar keuangan yang masih dangkal, serta ketergantungan pembiayaan eksternal yang meningkat. Kondisi ekonomi global yang kurang kondusif dan sejumlah permasalahan domestik yang mengemuka tersebut pada gilirannya meningkatkan resiko instabilitas perekonomian Indonesia yang ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya angka inflasi.
Di tingkat regional, Indonesia dihadapkan pada tantangan baru seiring dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada awal tahun 2016 ini. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 255 juta pada tahun 2015, tentu ini menjadi pangsa pasar yang besar bagi negara-negara ASEAN. Agar mampu bersaing dengan produk Negara ASEAN yang murah dan berteknologi tinggi maka barang produksi Indonesia harus memiliki kualitas yang baik. Sehingga akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan target terbesarnya adalah bagaimana produk Indonesia juga mampu bersaing hingga mampu menembus pasar negara yang tergabung dalam MEA maupun negara asing lainnya. .
Salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha di Indonesia dalam meningkatkan daya saing adalah ketiadaan informasi mengenai pangsa pasar usaha yang akurat. Untuk mengatasi kendala tersebut, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah dengan menyelenggarakan Sensus Ekonomi tahun 2016 (SE2016). Sensus Ekonomi yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Mei 2016 bertujuan untuk memberikan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi, memperoleh informasi dasar semua sektor ekonomi, mengetahui karakteristik usaha dan mengetahui daya saing bisnis di Indonesia. Melalui sensus ekonomi yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali ini akan didata seluruh usaha ekonomi kecuali sektor pertanian yang ada di Indonesia. Karena untuk sektor pertanian sudah tercakup dalam Sensus Pertanian 2013 (ST2013). Pendataan usaha pada SE2016 ini akan mencakup semua jenis usaha ekonomi, jumlah tenaga kerja, pengeluaran, omset, investasi, prospek bisnis hingga kendala usaha yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Seluruh jenis usaha ekonomi baik usaha besar maupun usaha mikro kecil menengah akan didata oleh petugas sensus yang terlatih dan serentak dilakukan di seluruh Indonesia.
Dengan mengetahui jenis dan jumlah usaha di suatu wilayah maka akan dapat diketahui bagaimana persaingan usaha di daerah tersebut. Disandingkan dengan jumlah penduduk yang merupakan pangsa pasar maka akan diketahui berapa kebutuhan produk sejenis dan kemampuan produksi dari usaha yang ada di wilayah tersebut. Selain itu melalui Sensus Ekonomi juga dapat diketahui tujuan pemasaran atau distribusi produk yang dihasilkan.  Informasi ini sangat berguna bagi pelaku usaha untuk mengukur potensi pasar dalam mengembangkan usaha. Selain itu pengetahuan tentang jumlah pesaing dan jumlah pangsa pasar ini akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan produk sejenis yang berasal dari daerah lain maupun produk sejenis dari luar negeri. Sedangkan bagi investor hal ini sangat berguna untuk mengetahui prospek bisnis dalam perencanaan invetasi.

Mengingat pentingnya data yang dihasilkan oleh kegiatan Sensus Ekonomi tahun 2016 (SE2016), maka diperlukan partisipasi dari seluruh elemen bangsa Indonesia. Kepada Kementrian/Lembaga/Pemerintah Daerah diharapkan menginformasikan kepada para pelaku usaha/pengelola kegiatan terutama yang berada di bawah binaannya untuk menerima petugas SE2016 dan memberikan informasi dengan benar. Demikian juga kepada perhimpunan pengusaha agar berkenan memberitahukan kepada para pengusaha/anggota himpunan untuk menerima petugas dan memberikan data dengan benar. Tidak lupa juga kepada seluruh pelaku usaha di Indonesia diharapkan agar memberikan data sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.  Harapannya hasil dari Sensus Ekonomi ini mampu memotret secara utuh perekonomian sehingga menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan, perencanaan, dan evaluasi pembangunan di Indonesia.

Dimuat di harian Banten Raya 5 Februari 2016 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#93 Anak Dalam Pusaran Kemiskinan

Kondisi anak Indonesia saat ini masih banyak yang harus diperhatikan. Selain masalah stunting, anak-anak juga tidak merasa aman dari ek...