Kamis, 04 Juli 2019

#92 Masa Depan Bisnis Retail


Berita tentang tutupnya 6 gerai Giant di Jakarta menambah catatan suram bisnis ritel di Indonesia. Setelah pada tahun sebelumnya grup Hero telah menutup 26 gerai Giant di beberapa wilayah. Belum lagi raksasa ritel yang lebih duluan menutup gerainya dalam 2 tahun terakhir seperti beberapa gerai Ramayana, beberapa gerai Matahari Departemen Store, Seven Eeven, Lotus, Central, Centro, dan lain sebagianya. Penutupan ini tentu berdampak pada nasib karyawan di sejumlah usaha tersebut. Sebenarnya bagaimana masa depan bisnis ritel di Indonesia? Mengingat raksasa ritel di tanah air banyak yang berguguran dalam dua tahun terakhir.

Sabtu, 22 Juni 2019

#91 Angkutan Udara, Sebuah Kebutuhan

Angkutan udara menjadi sebuah kebutuhan saat ini sehingga kenaikan tarifnya sangat memberatkan konsumen. Jumlah penumpang angkutan udara di  Indonesia menduduki urutan kelima terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, Tiongkok, India, dan Jepang. Dengan jumlah penduduk yang besar dan bertambahnya kelas menengah baru di Indonesia, tentu bisnis penerbangan sangat menjanjikan di negeri ini. Mengingat wilayah Indonesia dipisahkan oleh lautan sehingga dengan alasan efektifitas, angkutan penerbangan masih menjadi pilihan bagi masyarakat kelas menengah atas Indonesia.

Kamis, 13 Juni 2019

#90 Urbanisasi Tanpa Operasi Yustisi


Arus mudik Lebaran telah berlalu dan kini menyisakan arus balik yang yang masih terus berjalan. Dalam arus balik ini akan ada pertambahan penduduk yang melakukan urbanisasi untuk memperoleh kehidupan ekonomi yang lebih baik. Tidak terkecuali bagi ibu kota Indonesia, Jakarta. Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan tidak akan melakukan operasi yustisi karena setiap WNI berhak untuk tinggal dan bekerja di ibu kota negara Indonesia tersebut. Setiap pendatang di Jakarta diwajibkan untuk melapor ke RT/RW setempat. Kebijakan tersebut sontak menimbulkan pro dan kontra. 

Rabu, 15 Mei 2019

#89 Mencermati Inflasi Pada Ramadan

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada bulan April sebesar 0,44 persen. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi lonjakan yang signifikan Lonjakan inflasi ini didorong oleh inflasi pada bahan makanan dan inflasi pada kelompok transportasi. Kedua kelompok pengeluaran tersebut memberikan andil paling besar dalam inflasi April 2019.
Untuk bahan makanan, kenaikan tertinggi pada subkelompok bumbu-bumbuan yaitu bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Sedangkan untuk kelompok padi-padian seperti beras mengalami deflasi (penurunan harga) sebesar 1,15 persen. Untuk kelompok sandang, sudah mulai terjadi kenaikan harga sehingga mengakibatkan inflasi 0,15 persen. Hal ini sangat wajar karena hari raya idul fitri identik dengan pakaian dan perlengkapan ibadah yang baru.

Selasa, 16 April 2019

#88 Ujian Sektor Pariwisata

Sektor pariwisata menjadi penyumbang perekonomian Indonesia dengan devisa yang terus meningkat setiap tahun. Terlebih ketika neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit dalam beberapa bulan terakhir, maka sektor pariwisata diharapkan menjadi tulang punggung dalam pengumpulan devisa negara.


Tidak hanya mendorong perekonomian, sektor pariwisata ini juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk. Perekonomian Bali misalnya, yang didukung oleh pariwisata mampu menorehkan tingkat kemiskinan nomor dua terendah di Indonesia setelah DKI Jakarta.

#87 Pola Konsumsi Di Era 4.0

Era revolusi industri 4.0 telah mengubah lanskap dunia bisnis dan pola konsumsi masyarakat yang berbasis pada teknologi digital. Ada fakta yang menarik dalam pola konsumsi makanan penduduk Indonesia saat ini. Teknologi digital telah mendorong penduduk untuk mengkonsumsi makanan jadi yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan partisipasi penduduk yang mengkonsumsi makanan dan minuman jadi pada tahun 2018 mencapai 99,29 persen (Susenas, 2018).
Selain itu proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan jadi juga mengalami peningkatan setiap tahun. Jika pada tahun 2010 konsumsi makanan jadi sebesar 24,86 persen, maka pada tahun 2018 telah melonjak menjadi 33,98 persen dari seluruh pengeluaran makanan penduduk Indonesia (BPS, 2018).

Jumat, 05 April 2019

#86 Kunci Pertumbuhan Berkualitas


Indonesia diprediksi menjadi negara maju dengan menduduki peringkat ke 6 Produk Dometik Bruto (PDB) tertinggi di dunia pada tahun 2030. Hal tersebut tentu membutuhkan syarat dengan mengejar pertumbuhan antara 6-8 persen per tahun. Meski PDB dan pertumbuhan ekonomi menjadi tolok ukur untuk menjadi negara maju, namun kesejahteraan penduduk harus menjadi tujuan utama dalam pembangunan yang berkesinambungan.
Terlebih apabila ukuran yang digunakan untuk melihat kesejahteraan penduduk adalah PDB per kapita yang bisa jadi hanya mencerminkan kesejahteraan semu. Sebagaimana diketahui PDB per kapita Indonesia pada tahun 2018 sebesar 56,0 juta rupiah per tahun atau meningkat 4,1 juta dalam setahun terakhir.

#92 Masa Depan Bisnis Retail

Berita tentang tutupnya 6 gerai Giant di Jakarta menambah catatan suram bisnis ritel di Indonesia. Setelah pada tahun sebelumnya grup He...