Senin, 04 Maret 2019

#83 Melejitkan Potensi Desa Di Jawa TImur



Pembangunan desa menjadi salah satu prioritas Pemerintah saat ini sebagaimana dinyatakan dalam Nawacita ketiga, yaitu “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kerja negara kesatuan”. Presiden Joko Widodo bisa bernapas lega di akhir masa jabatan pada periode lima tahun ini. Pasalnya pembangunan desa telah menampakkan hasilnya dengan mengentaskan 6.518 desa tertinggal di Indonesia.
Hasil dari pendataan potensi desa (Podes) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 menunjukkan bahwa Indeks Pembangunnan Desa (IPD) tahun 2018 sebesar 59,36 atau mengalami kenaikan 3,65 persen jika dibandingkan dengan IPD tahun 2014. Indeks Pembangunan Desa menunjukkan perbaikan status desa. Untuk Provinsi Jawa Timur, IPD mengalami peningkatan dari 64,55 menjadi 66,88. Dari 8.496 desa yang ada di Provinsi Jawa Timur, terdapat 1.035 desa mandiri, 6.604 desa berkembang, dan 82 desa tertinggal.

Senin, 18 Februari 2019

#82 Mengentaskan Kemiskinan Di Perdesaan


Di akhir masa jabatan pada periode pertamanya,  Presiden Joko Widodo juga bisa bernapas lega karena telah berhasil mengentaskan 5.618 desa tertinggal dalam waktu 4 tahun. Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang meningkat dalam 4 tahun terakhir membuktikan bahwa prioritas pembangunan dari perdesaan/pinggiran telah memberikan hasil yang positif. Demikian juga dengan tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan 0,28 juta jiwa. Meski jumlah penduduk miskin menurun,  namun kemiskinan di perdesaan masih tinggi yaitu sebesar 13,10 persen (September 2018).
Selain itu, jika dibandingkan dengan tahun 2014, indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan di perdesaan mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 indeks kedalaman kemiskinan di perdesaan sebesar 2,25 dan meningkat pada tahun 2018 menjadi 2,32. Untuk indeks keparahan kemiskinan pada tahun 2014 sebesar 0,57 dan meningkat menajdi 0,62 pada tahun 2018. Sedangkan untuk wilayah perkotaan, indeks keparahan maupun kedalaman kemiskinan mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir. Artinya bahwa kinerja penurunan kemiskinan di perkotaan lebih efektif dibandingkan dengan perdesaan.

Jumat, 09 November 2018

#81 Mempersempit Ketimpangan Di Desa

Dana desa telah terbukti mampu meningkatkan kemajuan bagi desa di Indonesia. Deretan pembangunan infrastruktur hingga aneka pemberdayaan ekonomi desa melalui BUMDes maupun Prukades menjadi sebuah keberhasilan yang membanggakan. Namun ada satu hal yang luput dari perhatian, yaitu ketimpangan di perdesaan yang kian melebar dalam setahun terakhir.

Rabu, 07 November 2018

# 80 Perempuan, Kerja, dan Teknologi


Salah satu kegiatan dalam gelaran pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia (World Bank) di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018) adalah seminar Empowering Women in the Workplace, Selasa (9/10/2018). Seminar tersebut membahas tentang pemberdayaan perempuan di dunia kerja.
Dalam seminar yang mempertemukan para perempuan hebat dunia tersebut, Sri Mulyani mengusulkan agar kegiatan mengurus rumah tangga, seperti merawat anak, dimasukkan sebagai komponen Produk Domestik Bruto (PDB) karena nilainya sangat tinggi dan penting. Namun, aktivitas ekonomi tersebut menjadi hampir tak ada nilainya dalam komponen penghitungan PDB. Hal ini senada dengan pendapat Sri Moertiningsih Adioetomo (Opini Kompas, 2017) bahwa kegiatan domestik perempuan sebenarnya mempunyai nilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan nasional. Konsep perempuan ”bekerja” sudah harus diteliti lagi dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Bekerja bagi perempuan tidak harus keluar rumah.

Sabtu, 03 November 2018

#79 Akhir Polemik Data Produksi Beras


Data produksi beras selalu menjadi sumber kegaduhan setiap tahun manakala pemerintah melakukan impor beras. Produksi beras yang diklaim surplus menimbulkan polemik karena pada saat yang sama terjadi kelangkaan beras sekaligus lonjakan harga beras, sebagaimana yang terjadi pada awal tahun ini. Namun setelah pemerintah mengumumkan produksi beras nasional pada tanggal 22 Oktober 2018, maka segala perdebatan data produksi beras telah berakhir.
Setelah dilakukan perbaikan metodologi pengukuran luas panen melalui Kerangka Sampel Area, produksi beras nasional sebesar 3,24 juta ton. Dengan memperhitungkan konsumsi beras nasional sebesar 29,6 juta ton, maka produksi beras nasional mengalami surplus sebesar 2,8 juta ton. Sebelumnya luas panen dihitung melalui perkiraan pandangan mata (eye estimate) yang sangat subyektif dan mulai tahun 2018 ini BPS telah menghitung luas panen melalui pengamatan kerangka sampel area. Bahkan untuk kedepan Presiden akan mengacu data produksi beras dari BPS untuk merencanakan kebijakan menyangkut perberasan nasional.

Selasa, 04 September 2018

#78 Kembali Ke Desa


Kemiskinan yang menyentuh level satu digit merupakan sebuah prestasi menggembirakan sebagaimana yang ditargetkan oleh pemerintah. Namun ada hal yang terlewatkan yaitu masih bertenggernya kemiskinan di pedesaan pada level 13,20 persen. Meski kemiskinan di perdesaan menurun, namun celakanya tingkat ketimpangan di perdesaan semakin melebar. Kondisi ini tentu menuntut pemerintah untuk mengarahkan perhatiannya kembali ke desa, tempat dimana harapan dan masa depan Indonesia bermula.
Ketimpangan perdesaan yang melebar ditandai dengan peningkatan proporsi pengeluaran penduduk kelas atas yang lebih cepat dibandingkan dengan penduduk 40 persen terbawah. Harus diakui bahwa penurunan tingkat kemiskinan perdesaan lebih karena program kuratif yang dilakukan oleh pemerintah, seperti ketepatan waktu penyaluran bantuan sosial dan realisasi penyalurannya yang mencapai target.

Jumat, 22 Juni 2018

Lebaran Di Rumah Sakit


Melewatkan lebaran ataupun malam takbiran di rantau sudah beberapa kali mengalaminya. Namun bagaimana jika menikmati malam takbiran dan lebaran di rumah sakit? Baru kali ini saya rasakan, dan cukup kali ini saja.
Ya, sejak malam takbiran hingga seminggu, harus menemani si bungsu yang dirawat di rumah sakit karena muntah n diare. Bagi anak berumur 15 bulan, kondisi tersebut mengharuskannya untuk mendapatkan infus sampai kuman dan penyakitnya dikeluarkan semua lewat feses.

#83 Melejitkan Potensi Desa Di Jawa TImur

Pembangunan desa menjadi salah satu prioritas Pemerintah saat ini sebagaimana dinyatakan dalam Nawacita ketiga, yaitu “membangun Indon...